Reflecting on personal life journey. And during this process happens I realize that I live in uncertain times. And at some point I through both the loss of a job, problems in relationships, find a spouse, illness, and parted with my loved ones. I found myself in uncharted territory. I feel so lost, lonely, so scared. Can not control the circumstances around me. When my heart broke. When every prayer the answer is delayed and not as expected. Through the darkness, even I felt like alone. Where are you God? It is very difficult for me to sing, praise and give thanks. Very difficult for me to pray. But God showed me that God exists. God was there where he always gives grace and mercy. God's will, and always make a way when I do not know what I should do.
“Namun Engkau telah membuatnya hamper sama seperti Allah dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” ( Mazmur 8 : 6) Manusia di seluruh dunia sedang mencari keberartian atau keberhargaan atau kemulian, atau lebih singkat : Citra dirinya. Ini merupakan pencarian manusia sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Manusia umumnya mencari kemulian melalui benda-benda yang dimilikinya, juga melalui penampilan, prestasi dan status-status dalam masyarakat. Memang mereka merasa puas beberapa waktu, tetapi semuanya tidak kekal. Manusia acapkali lupa bahwa mereka mulia, berharga karena hubungannya denga Tuhan. Seharusnya manusia mencari kemulian dari hubungan dengan Allah, karena Allah sumber kemuliaan. Tuhan menciptakan manusia serupa dan segambar dengan-Nya. Hubungan inilah yang menjadikan manusia mulia dan berharga. Dosa telah memutuskan hubungan manusia dengan Allah, tetapi Tuhan Yesus dating memulihkan hubungan dengan Allah. Apabila hubungan kita dengan Allah dipulih...
Komentar
Posting Komentar